Organisasi Berkas Sekuensial











ORGANISASI BERKAS SEKUENSIAL 

Dalam organisasi ini, record-record direkam secara berurutan pada waktu 
berkas ini dibuat dan harus diakses secara berurutan pada waktu berkas ini 
digunakan sebagai input. Berkas sekuensial sangat cocok untuk akses yang 
sekuensial, misalnya dalam aplikasi dimana sebagian besar atau semua 
rekaman akan diproses. Sebagai contoh adalah membuat daftar mahasiswa 
dalam sebuah program studi. Melakukan akses secara sekuensial berarti 
proses akan berpindah dari satu rekaman ke rekaman berikutnya secara 
langsung. 


Pencarian secara sekuensial adalah memproses rekaman – rekaman dalam 
berkas sesuai urutan keberadaan rekaman – rekaman tersebut sampai 
ditemukan rekaman yang diinginkan atau semua rekaman terbaca. Berkas 
sekuensial juga dapat diproses secara tunggal dan langsung, jika diketahui 
subskripnya. Tetapi bagaimana kalau subskrip yang dimiliki bukan identitas 
utama rekaman, misal ‚Nama Mahasiswa‛ pada file berikut ini : 


Pembacaan harus dilakukan secara sekuensial.Rekaman demi rekaman, sampai 
‚Nama Mahasiswa‛ yang sesuai ditemukan. Misalnya untuk pembacaaan 
rekaman dengan ‚Nama Mahasiswa‛ = Sunaryono, diperlukan probe (akses 
terhadap lokasi yang berbeda) sejumlah 4 kali. Yang harus dilakukan agar 
kinerja pembacaan rekaman lebih baik, maka rekaman-rekaman dalam berkas 
mahasiswa tersebut diurutkan untuk mendapatkan pengurutan yang linier 
berdasarkan nilai kunci rekaman.Baik secara alphabetis maupun numeris. Hasil 
pengurutannya adalah sbb : 


Berkas diatas berisi rekaman mahasiswa urut berdasar ‚Nomor Induk 
Mahasiswa‛.Kolom ‚Nomor Induk Mahasiswa‛ menunjukkan nilai yang urut dari 
kecil ke besar. Dengan demikian , hanya n/2 rekaman yang perlu diperiksa 
rekaman-demi-rekaman untuk menemukan rekaman yang diinginkan. Kalau 
pembacaan diteruskan melewati posisi dimana rekaman seharusnya berada 
(mengingat berkas sudah diurutkan), maka proses pencarian dihentikan. Untuk 
membaca ‚Sunaryono‛ hanya diperlukan 2 probe, lebih kecil disbanding berkas 
sebelum diurutkan.Namun teknik tersebut masih kurang memuaskan untuk 
berkas dengan jumlah rekaman yang lebih besar. 

A. PENCARIAN BINER (BINARY SEARCH)  

Pencarian Biner dalah membandingkan kunci yang dicari dengan rekaman pada 
posisi tengah dari berkas. Bila sama (Kasus 1) rekaman yang diinginkan sudah 
ditemukan. Jika tidak sama (kasus 2), berarti separuh rekaman-rekaman dalam 
berkas akan dieliminasi dari perbandingan yang selanjutnya. Bila yang terjadi 
pada kasus 2, maka proses perbandingan terhadap rekaman pada posisi di 
tengah dilanjutkan menggunakan rekaman-rekaman yang tersisa. Jumlah 
probe (yang diperlukan untuk membaca sebuah rekaman) pada sebuah berkas 
dengan rekaman yang sudah diurutkan, dapat diperkecil dengan menggunakan 
teknik pencarian biner. Jika kunci cari<kunci tengah maka bagian berkas mulai 
dari kunci tengah sampai akhir berkas dieliminiasi. sebaliknya jika kunci cari> 
kunci tengah, maka bagian berkas mulai dari depan sampai dengan kunci 
tengah dieliminiasi. 

Dengan mengulang proses perbandingan terhadap rekaman tengah, maka 
lokasi rekaman yang diinginkan akan ditemukan atau diketahui bahwa 
rekaman yang diinginkan tersebut tidakberada dalam berkas. Algoritma 
pencarian biner: 


B. PENCARIAN INTERPOLASI  

Pencarian interpolasi (asumsinya kunci rekaman numeris) menentukan posisi 
yang akan dibandingkan berikutnya berdasar posisi yang di estimasi dari sisa 
rekaman yang belum diperiksa. Pencarian interpolasi tidak mencari posisi 
tengah, seperti algoritma pencarian biner, melainkan menentukan posisi 
berikutnya. 



0 Response to "Organisasi Berkas Sekuensial"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel